Relokasi Korban Tsunami Mentawai Segera Dilakukan
Rabu, 10 November 2010 11:36 WIB 0 Komentar 1 0
Penulis : Rudi Kurniawansyah
MI/Rudi Kurniawansyah/wt
MENTAWAI--MICOM: Relokasi permukiman warga korban tsunami di Kabupaten Mentawai, Sumatra Barat terus digesa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mentawai mengevakuasi warga jauh masuk ke dalam daratan di daerah-daerah setinggi 20 meter dari permukaan laut.
"Kami putuskan mengevakuasi semua warga yang hidup di tepi pantai. Termasuk desa terparah tsunami di muntei, baru-baru, dan sebeugunggung. Mereka dipindahkan ke daerah tinggi di pemukiman transmigrasi,� kata Bupati Mentawai Edison Saleleubaja kepada Media Indonesia di Pagai Selatan, Rabu (10/11).
Ia menjelaskan proses evakuasi warga di pinggir pantai dilakukan secara bertahap. Pembangunan relokasi pemukiman juga terus dikerjakan. Dalam pekan ini, pemkab mentawai menargetkan pembangunan lebih dari 500 rumah pemukiman relokasi sementara bagi warga 24 desa korban tsunami mentawai. "Sejauh ini masyarakat sudah mau dan menerima keputusan relokasi," ujarnya.
Menurut Edison, program relokasi korban tsunami pada masa rekonstruksi tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang kehilangan rumah. Namun semua warga Kabupaten Mentawai yang hidup di sepanjang tepi pantai harus dipindah ke lokasi aman dengan ketinggian daratan minimal 20 meter dari permukaan laut.
Lebih lanjut Edison menerangkan relokasi pemukiman dipusatkan pada empat titik yakni tiga titik di Pulau Pagai Selatan dan satu titik Pulau Pagai Utara. Untuk Pagai selatan berada di kamp jaya, kemudian km 37, dan Km 2 daerah loggon. Sedangkan satu titik relokasi lagi berada di Pagai Utara. "Target yang kita rancang, semua masyarakat pinggir pantai di Mentawai harus dipindahkan jauh ke dalam daratan. Masyarakat pindah hidup ke daratan dan menghadap ke jalan," jelasnya.
Mengenai pemberian perahu atau kapal laut bagi warga di dusun-dusun pinggir pantai yang kehilangan sarana transportasi, Edison mengungkapkan Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad telah berjanji untuk membantu penyediaan perahu transportasi bagi warga. "Kita punya dana tapi mau dibuatkan apa. Tak bisa secepat itu membagikan perahu karena warga masih berduka dan tak bisa bekerja cepat membuat perahu transportasi,� jelas Edison.
Rencananya, Pemkab Pelalawan akan membagikan satu perahu untuk satu dusun di sepanjang daerah kepulauan mentawai. Pemberian perahu dilakukan untuk mengatasi masalah keterisolasi desa dari pusat ibukota di kecamatan Sikakap, Pagai Selatan. "Persoalan itu sudah kita rancang pemecahannya. Untuk sekarang kita usahakan relokasi dulu," ujar Edison. (RK/OL-04)